Hari Pohon Sedunia

 

Hari pohon sedunia di peringati setiap tanggal 21 November setiap tahunnya untuk mengingatkan kita akan pentingnya pohon dan tumbuhan di muka bumi, mengingat pohon dan tumbuh-tumbuhan yang ada di bumi pertiwi semakin terkikis jumlahnya karena digantikan oleh gedung-gedung pencakar langit yang membuat atmosfer bumi menjadi semakin panas. Dampak pemanasan global bagi bumi ini tidak dapat dibiarkan begitu saja, terlebih dengan semakin banyaknya hutan gundul akibat penebangan pohon secara liar. Padahal fungsi pohon sangat penting untuk menyerap gas CO2 maupun gas beracun lainnya di udara. Selain itu keberadaan pohon mampu menghasilkan Oksigen atau O2 yang merupakan sumber kehidupan bagi semua makhluk di bumi.

Pentingnya menanam pohon bagi kelangsungan hidup di bumi diwujudkan dalam bentuk aksi membagi bibit tanaman maupun gerakan menanam pohon, oleh para aktivis pecinta lingkungan, maupun para pelajar.

Koordinator Komunitas Nol Sampah, Wawan Some mengatakan, minimnya Ruang Terbuka Hijau (RTH) di kota Surabaya, mengharuskan ditambahnya Ruang Terbuka Hijau baru melalui lahan milik masyarakat atau pribadi, yaitu di lingkungan rumah, sekolah, kampus, maupun perkantoran.

 “Kalau kita melihat secara umum, sebenarnya kan kebutuhan ruang terbuka hijau di Surabaya kan belum mencukupi sebenarnya. Kalau dilihat untuk peruntukan lahan di Surabaya ini kan sangat susah untuk membuat ruang terbuka hijau yang publik kan, karena itu salah satu caranya adalah bagaimana memaksimalkan ruang terbuka hijau privat, ruang terbuka hijau pribadi, yaitu ditanam di sekitar rumah, dan otomatis karena pohon ini buah, orang-orang yang akan menanam logika kami dia akan menjaga itu karena mereka akan merasakan manfaatnya, buahnya, maupun nanti secara tidak langsung oksigen dan penyerap polutan.”

– Wawan Some

Upaya penanaman pohon untuk menciptakan Ruang Terbuka Hijau baru, yang berfungsi sebagai paru-paru kota, diharapkan mampu mengurangi polusi dan dampak yang diakibatkan dari pemanasan global.

Aktivis Pecinta Lingkungan dari Komunitas Kelingan, Bangun Pratomo mengutarakan, gerakan tanam pohon saat ini sangat efektif dilakukan dengan mengajak serta keterlibatan generasi muda, yang masih mudah untuk diberi pemahaman tentang pentingnya menanam pohon untuk kehidupan.

 

“Di sekolah-sekolah, anak-anak akan digerakkan untuk menanam pohon seperti pohon yang punya nilai kerindangan, terus kemudian sayur, buah, dan medianya bisa media pot, hidroponik, terus kemudian gantung,”

– Bangun Pratomo

Gerakan Cinta Lingkungan dengan menanam pohon, tidak hanya dilakukan para aktivis pemerhati lingkungan, namun juga oleh kalangan industri yang diidentikkan dengan pencemar lingkungan.