Cari

Komunitas Peduli Bumi

Karena Kita Hanya Punya Satu Bumi

Kategori

Info Kegiatan

Informasi kegiatan-kegiatan yang dilakukan atmosPHere

Atmosphere “Pentingnya Menjaga Pantai” dalam Acara UKM Peduli Sosial UNDIP

Belum lama ini Atmosphere menjadi pembicara dalam acara yang diadakan oleh UKM Peduli Sosial UNDIP dengan tema COCOA (Coastal Clean Up and Campaign On Action). Acara tersebut bertujuan untuk menyadarkan masyarakat serta pengunjung pantai agar selalu menjaga pantai dan selalu sadar akan kebersihan sehingga tidak ada lagi sampah yang berada di sekitar pantai. Kegiatan yang dilakukan adalah memberikan edukasi serta memungut sampah sebagai salah satu aksi nyata dalam pelestarian pantai. Acara ini diadakan di Pantai Bandengan, Jepara, Jawa Tengah.

137997.jpg

Ahmad Azzam selaku CEO Atmosphere dan didampingi oleh M. Alver selaku Litbang Atmosphere menyampaikan pentingnya menjaga pantai dan tentunya bagaimana cara mengatasi sampah dan bagaimana cara mengedukasi masyarakat dan pengunjung agar bersama-sama dapat menjaga kebersihan pantai.

“Lu gak harus jadi Superman untuk menyelamatkan bumi”

Satu Hari Bumi tanpa Emisi

Salam HIJAU!

Penggunaan bahan bakar fosil memang menjadi viral pemenuh kebutuhan manusia yang dapat menimbulkan polusi karena emisinya. Akan ada manfaat besar ketiga kita bisa mengurangi penggunaannya hanya untuk hal-hal penting. Oleh karena itu, pada tanggal 20 September, dihimbau bagi seuruh penduduk Bumi untuk mengurangi konsumsi energi dari bahan bakar fosil sebagai salah satu bentuk peringatan Hari Emisi Nol (Zero Emissions Day – Zeday). Betapa indahnya satu hari tanpa polusi kendaraan, tanpa listrik yang terbuang, dan gas kompor yang dihambur-hamburkan.

Emisi yang terbentuk akibat bahan bakar fosil dapat menimbulkan dampak negatif bagi lingkungan sekitar. Polusi udara dari kendaraan bermotor mengandung gas-gas buangan yang mendukung terjadinya efek rumah kaca yang mempengaruhi perubahan iklim Bumi. Rasakan saja di Indonesia ini antara musim panas dan penghujan sudah tidak jelas batas waktunya.  Perubahan iklim pun nantinya akan berpengaruh pada lingkungan pertanian, pangan masyarakat, dan penyakit-penyakit akibatnya. Selain itu, polusi udara yang terhirup oleh manusia mengandung bahan kimia dan partikel-partikel  hasil pembakaran. Hal tersebut secara otomatis mengganggu kesehatan saluran pernafasan. Sehingga munculah masalah-masalah kesehatan seperti batuk, sesak nafas, asma, ISPA (Infeksi Saluran Pernafasan Atas), dan efek menahunnya kanker.

Zat-zat buangan bahan bakar fosil di alam, tentu akan mengikuti siklus-siklus tertentu. Salah satunya siklus hidrologi dimana hujan membawa zat-zat itu ke tanah yang biasa kita sebut sebagai hujan asam. Air dari hujan asam yang meresap ke tanah memicu gangguan proses alamiah di tanah dan terjadilah pencemaran tanah. Namun, apabila air tersebut jatuh ke air permukaan lain maka akan ikut siklus kembali dan dapat menyebabkan pencemaran air sehingga terganggunya ekosistem perairan.

Sesungguhnya semua dampak negatif yang manusia ciptakan melalui penggunaan bahan bakar fosil, akan kembali ke manusia itu sendiri. Sudah seharusnya kita manusia mencintai dirinya dan alam sehingga menciptakan kesinambungan sesuai hukum alam. Di Hari Emisi Nol, kita dapat melapangkan kebutuhan kita dengan beberapa tindakan seperti bersepeda,berjalan kaki, atau menggunakan transportasi umum ketika bepergian; memakan makanan yang sudah jadi; kurangi pemakaian listrik; terapkan penggunaan lampu dengan prinsip “17-22”; dan tidak menyalakan barang-barang elektronik yang menggunakan listrik.

Hal-hal kecil yang kita mulai akan dapat membawa perubahan besar ketika hal tersebut berkompromi menjadi sebuah kebiasaan yang dilakukan oleh banyak orang. Mari kita mulai sebelum terlambat dengan pengukuhan Hari Emisi Nol sebagai pendongkrak kesadaran cinta lingkungan.

Hari Perlindungan Ozon Sedunia

Tameng Bumi dengan Serangan Berubi-tubi

Salam HIJAU!

Hari ini tepat tanggal 16 September diperingati sebagai Hari Perlindungan Ozon Sedunia. Penetapan peringatan hari tersebut sejalan dengan ditandatanganinya Protokol Montreal 16 September 1987 guna mengajak manusia untuk peka menjaga lapisan pelindung Bumi tersebut.

Seperti yang telah kita ketahui, lapisan Ozon semakin tipis dan berlubang di daerah kutub. Tahun 2015 dilaporkan bahwa luas lubang Ozon di Antartika berukuran hampir empat kali Benua Australia. Hal tersebut sungguh sangat memprihatinkan apalagi bila kita tinjau kembali, lapisan Ozon sangatlah penting bagi Bumi. Lapisan Ozon berfungsi sebagai pelindung dari radiasi sinar Ultraviolet. Dengan rusaknya lapisan Ozon maka perlindungan tersebut semakin lemah yang dapat menyebabkan berbagai masalah bagi Bumi dan manusia, seperti maraknya kanker kulit dan katarak, serta merusak ekosistem darat-laut.

Rusaknya lapisan Ozon diakibatkan oleh penggunaan bahan kimia kloro flouro carbon (CFC)  yang biasanya ada pada pendingin dan gas pendorong spray aerosol. Dimana klorin di atmosfer akan dipecah oleh sinar matahari dan bereaksi merusak molekul-molekul Ozon. Ada pula bahan kimia pupuk seperti bromik halokarbon dan nitrogen oksida yang dapat merusak lapisan Ozon.

Dari beberapa penyebab rusaknya lapisan Ozon, kita dapat melakukan beberapa tindakan setidaknya agar lubang Ozon tidak meluas. Pelarangan penggunaan CFC dan bahan kimia berbahaya pada pupuk atau menggantinya dengan bahan yang lebih ramah lingkungan sudah dilakukan oleh negara-negara Barat sejak tahun 1989. Kendaraan bermotor dan pabrik yang menyumbangkan asapnya ke atmosfer juga harus dikontrol seperti mengurangi penggunaan kendaraan, dan menyaring asap pabrik sebelum dilepas ke udara. Menilik fungsi pohon sebagai penetralisir udara dapat kita jadikan sebagai salah satu upaya pencegahan perusakan lapisan Ozon. Gas gas berbahaya di udara dapat dikurangi atau bahkan dihilangkan oleh pepohonan. Maka, jangan sampai terjadi pengalihan fungsi hutan dan eksistensi pohon-pohon harus tetap dipertahankan dengan tebang pilih dan reboisasi.

 Hal-hal kecil dapat kita lakukan yang secara tidak langsung mengurangi serangan pada lapisan Ozon seperti menghemat penggunaan kertas,mendaur ulang bahan bekas, menggunakan metode-metode konvensional misalnya mengganti AC dengan kipas angin dan bepergian dengan jalan kaki, sepeda, atau transportasi umum.  Semua di dunia ini sesungguhnya diciptakan untuk menunjang kehidupan manusia. Namun, sudah sepatutnya kita berterimakasih dengan cara menjaga pemberian itu untuk generasi yang akan datang. Jangan berikan serangan dari dalam, karena tameng Bumi akan kesulitan menangkis serangan dari luar yaitu musuh utamanya, radiasi sinar matahari.

Semangat Satu Menghijau-Biru-kan BUMI, Atmosphere.

 

 

 

sumber:

https://id.wikipedia.org/wiki/Lapisan_ozon

http://ilmugeografi.com/fenomena-alam/penyebab-penipisan-lapisan-ozon-dan-efek-rumah-kaca

http://sains.kompas.com/read/2015/11/02/10410621/Lubang.Ozon.di.Antartika.Hampir.4.Kali.Lipat.Luas.Benua.Australia

SELAMAT HARI PENANAMAN POHON

SELAMAT HARI PENANAMAN POHON yang diperingati setiap tanggal 25 APRIL.

Graphic1

Pohon merupakan makhluk hidup yg memiliki peran penting bagi kehidupan. Berbagai penelitian membuktikan, 1 hektar ruang terbuka hijau yang dipenuhi pohon besar menghasilkan 0,6 ton oksigen untuk 1.500 penduduk/hari (penelitian lainnya mengatakan 1 pohon besar menghasilkan oksigen 1,2 kilogram/hari), menyerap 2,5 ton karbon dioksida/tahun, menyimpan 900 m3 air tanah/tahun, mentransfer air 4.000 liter/hari, menurunkan suhu 5°C-8°C, meredam kebisingan 25-80 persen, dan mengurangi kekuatan angin 75-80 %.

Fungsi Pohon antara lain :

1. Produsen makanan bagi manusia

2. Penyumbang oksigen terbesar

3. Mencegah erosi dan banjir

4. Menjaga kesuburan tanah

5. Membuat lingkungan menjadi nyaman.

 

So, masih mau “menyingkirkan” pohon dari kehidupan sekitar kita ???

🌏EARTH DAY🌏

1461280887914

TAHUKAH KAMU???

 

Hari bumi jatuh pada tanggal berapa? Yaps, tanggal 22 April. Sejarah mencatat bahwa Hari Bumi Sedunia diselenggarakan pertama kali pada 22 April 1970 di Amerika dan penggagasnya adalah Gaylord Nelson. Lalu, apa yang sudah kita berikan kepada bumi?

Sebenarnya upaya kita dalam melindungi bumi tidak selalu harus dimulai dengan langkah besar, tapi dapat dimulai dari hal-hal kecil, seperti mengurangi pemakaian kantong plastik, hemat energi, menanam pohon, mendaur ulang sampah atau limbah elektronik, menciptakan energi terbarukan, dan sebagainya. Perilaku-perilaku kecil seperti inilah yang dapat membawa perubahan besar terhadap bumi jika dilakukan bersama-sama. Karena merawat bumi bukanlah pekerjaan yang mudah bagi seseorang, namun akan menjadi pekerjaan yang mudah bagi sekelompok orang, termasuk kita.

#earthday #savetheearth #earthcarecommunity #komunitaspedulibumi #atmosphere #salamhijaubiru

Atas ↑